Hasil Pengkajian Klien dan
Perencanaan Asuhan
Oleh : Pretisisilya Wouthuizen
S:
Pengkajian
a.
Data Subjektif
1)
Identitas
Nama
klien : Ny. G Nama suami : Tn.E
Umur
: 27 Tahun Umur
: 28 Tahun
Suku
: Ambon Suku :
Ambon
Agama
: Kristen P Agama : Kristen P
Pendidikan
: Sarjana Pendidikan : Majister
Pekerjaan
: PNS Pekerjaan
:Dosen
Alamat
: Passo Arbes RT. 07
2)
Keluhan utama : Sesak dan nyeri perut bagian bawah, ibu mengeluh mual jika minum
SF
3)
Riwayat obstetri dan ginekologi
a)
Riwayat obstetri
(1)Menarche
: 15 tahun
(2)
Siklus : 28 hari
(3)
Lamanya : 5 hari
(4)Keluhan
: tidak ada
(5)HPHT
: 01 Agustus 2019
(6)
TP : 08 Mei 2020
(7)Usia
Kehamilan : 29 minggu 3 hari
b)
Riwayat ginekologi
Ibu
tidak pernah mengalami flour albus abnormal dan penyakit yang berkaitan dengan
kandungannya.
4)
Riwayat kehamilan saat ini
Ibu
rajin memeriksakan kehamilannya sekitar 5 kali selama hamil di puskesmas Passo.
Ibu sudah mendapatkan konseling diantaranya mengenai kehamilan dan pola
istirahat. Ibu mendapatkan terapi diantaranya vitamin B kompleks, kalk dan SF.
5)
Riwayat kehamilan dan persalinan yang lalu
Kehamilan
pertama ibu bersalin di rumah namun di tolong oleh bidan jenis kelamin
laki-laki Berat badan 4.000 gram panjang badan 50 cm dan tidak ada kelainan
selama persalinan . Persalianan ke dua ibu bersalin di Rumah Sakit Sumber Hidup
dan ditolong oleh bidan,berat badan 4.000 gram panjang badan 49 cm. Ini
merupakan kehamilan yang ketiga dan ibu tidak pernah keguguran.
6)
Riwayat penyakit ibu terdahulu dan saat ini
Ibu
tidak pernah menderita penyakit seperti Hepatitis, HIV/AIDS, asma, diabetes
militus dan hipertensi tetapi, Ibu pernah menderita Tuberkulosis dan pernah
menkonsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) sejak bulan Mei hingga bulan Oktober
2019 dan setelah minum OAT telah dilakukan pemeriksaan laboratorium dan
hasilnya negative.
7)
Riwayat penyakit yang menderita penyakit keluarga
Keluarga
ibu yaitu suami ibu mempunya riwayat penyakit jantung dan Tuberkulosis dan pada
bulan Oktober 2019 baru saja
menyelesaikan pengobatnnya selama 6 bulan.
8)
Riwayat perkawinan
a)
Kawin/Lamanya : Ya, 4 tahun
b)
Usia saat perkawinan : 24 tahun
c)
Menikah yang ke : 1
9)
Riwayat KB
a)
Pernah ikut KB : Suntik KB 3 bulan
10)
Pola nutrisi
Pola
nutrisi ibu meningkat dua kali lebih banyak dibandingkan sebelum hamil. Ibu
memiliki alergi makanan pada ikan laut sehingga ibu lebih meningkatkan asupan
nutrisi protein dari tahu, tempe dan juga sayuran hijau.
11)
Pola eliminasi
a)
BAB
(1)
Frekuensi : sekitar 1 sampai 2 kali sehari
(2)
Warna : kuning kecoklatan
(3)
Konsistensi : Padat lembek
(4)
Keluhan : tidak ada
b)
BAK
(1)
Frekuensi : 8 sampai 9 kali sehari
(2)
Warna : kuning jernih
(3)
Keluhan : tidak ada
12)
Pola aktivitas, istirahat dan tidur
a)
Pola aktivitas
Selama
ibu hamil, ibu masih dapat melakukan pekerjaan rumah tangga seperti biasa dan
masih bisa bekerja dikantor. Memasuki kehamilan trimester III ibu mulai
mengurangi pekerjaan sehari-harinya dan mengambil cuti melahirkan
b)
Pola istirahat dan tidur
(1)
Siang : sekitar 2 sampai 3 jam
(2) Malam : sekitar 8 sampai 9 jam
13)
Pola psikologi ibu dan respon ibu serta keluarga terhadap kehamilannya.
Kehamilan
ini sangat diharapkan oleh ibu. Ibu juga mengharapkan kehamilan dan persalinannya
berjalan dengan normal serta anak yang dilahirkan selamat dan sehat. Suami dan
keluarga sangat bahagia dan mendukung atas kehamilan ibu. Hubungan ibu dengan
keluarga dan lingkungan sekitar sangat baik.
14)
Pola konsumsi obat
Usia
kehamilan 1 sampai 8 minggu ibu mengkonsumsi obat anti tuberkulosis. Ibu mengonsumsi
vitamin B kompleks dan Kalk. Selama hamil dengan dosis 1 tablet perhari diminum
dengan air putih. Namun ibu jarang meminum SF karena ibu mengeluh mual.
15)
Pengetahuan ibu tentang kehamilannya
Ibu
cukup mengetahui tentang kehamilannya. Ibu telah memperoleh informasi mengenai
kehamilannya saat pemeriksaan kehamilan, ibu telah mengikuti kelas ibu hamil
sebanyak 2 kali yang dilakukan puskesmas yaitu pada tanggal 16 Februari 2020
dan 16 Maret 2020 dan mendapatkan informasi mengenai kehamilannya dari bidan.
O
:
a.
Data Objektif
1)
Pemeriksaan Umum
a)
Keadaan umum : Baik
b)
Kesadaran : Compos mentis
c)
Tinggi Badan : 160 cm
d)
Berat Badan sekarang : 62 kg
e)
Berat Badan sebelum hamil : 46 kg
f)
LILA : 27 cm
g)
Tanda-tanda vital
(1)
Tekanan darah : 110/70 mmHg
(2)
Nadi : 80 x/menit
(3)
Pernapasan : 25 x/menit
(4)
Suhu : 36 °C
2)
Pemeriksaan khusus
a)
Inspeksi
(1)
Rambut : tampak bersih dan tidak rontok
(2)
Muka : tidak tampak cloasma gravidarum dan tida oedema.
(3)
Mata : konjungtiva tidak tampak anemis dan sclera tidak ikterik.
(4)
Leher : tidak ada pembesaran kelenjaran tyroid dan vena jugularis.
(5)
Dada : payudara tampak simetris, tampak hiperpigmentasi pada areola mamae dan
puting susu tampak menonjol.
(6)
Abdomen : tampak linea gravidarum, tidak tampak luka bekas operasi. Pembesaran
perut sesuai umur kehamilannya.
(7)
Genetalia : tidak ada oedema dan varises
(8)
Tungkai : tidak tampak oedema dan tidak tampak varices
b)
Palpasi
(1)
Leher : tidak teraba pembesaran kelenjar tyroid atau vena jugularis
(2)
Dada : tidak teraba benjolan abnormal pada payudara, ada pengeluaran colostrum
(3)
Abdomen
(a)
Leopold I : TFU 26 cm Pertengahan pusat Px. Pada fundus teraba lunak, agak
bulat dan tidak melenting (bokong). Tafsiran berat janin : 2.170 gram.
(b)
Leopold II : teraba bagian memanjang keras seperti papan di sebelah kiri, dan
teraba bagian-bagian kecil janin di sebelah kanan (punggung kiri).
(c)
Leopold III : teraba bulat, keras dan melenting (presentasi kepala).
(d)
Leopold IV : konvergen (bagian terendah janin belum masuk PAP).
(4)
Tungkai : tidak ada oedema dan varices
c)
Auskultasi
Denyut
jantung janin : 125 x/menit
d)
Perkusi
Refleks
Patella : Positif kanan dan kiri
b.
Pemeriksaan Penunjang :
Tanggal
: Kamis, 03 Maret 2020
1)
USG :
Taksiran
Persalinan USG : 5 Mei 2020
Taksiran
berat janin : 1.600 gram
Keadaan
janin : Normal, terlihat lilitan tali pusat longgar pada bagian leher janin.
1.
Interpretasi Data Dasar
a.
Diagnosis
Diagnosis
: G3P2002 usia kehamilan 29 minggu 3 hari janin tunggal hidup intrauterine
presentasi kepala
Masalah
: suami memiliki riwayat Tuberkulosis ibu setiap hari kontak secara lansung
dengan suaminya. Di pengobatan ke 4 bulan ibu hamil sehingga mengkonsumsi obat
TB selama 8 minggu saat hamil. Ibu mengeluh mual jika minum Tablet Fe.
b.
Kebutuhan : tidak ada
2.
Identifikasi Diagnosis/Masalah Potensial
·
Bagi
ibu
Diagnosis Potensial : Tidak ada
Masalah Potensial : Tuberkulosis
Dalam Kehamilan dan Anemia Ringan
Tindakan antisipasi : Anjurkan ibu
minum tablet Fe
·
Bagi
janin
Diagnosis Potensial : Tidak ada
Masalah
Potensial : Tuberkulosis Konginetal
3.
Kebutuhan Terhadap Tindakan Segera :Tidak Ada
4.
Merencanakan Asuhan Yang Menyeluruh
a.
Jelaskan hasil pemeriksaan
Rasional
: penjelasan mengenai hasil pemeriksaan merupakan hak klien dan keluarga
(Varney, 2007).
b.
Beri dukungan mental pada ibu
Rasional
: dukungan keluarga serta dukungan dari tenaga kesehatan dapat memberi rasa
nyaman selama kehamilan (Kusmiyanti, 2009).
c.
Anjurkan Ibu untuk menghabiskan vitamin yang diberikan oleh bidan dengan dosis
1x1 tablet, untuk mencegah mual anjurkan ibu untuk minum SF dimalam hari
sebelum tidur dan anjurkan pada ibu untuk mengkonsumsi makanan dengan gizi
seimbang, seperti : sayur – sayuran hijau, ikan, tahu, tempe, daging, dan hati
ayam dan menghindari makanan alergi.
d.
Menganjurkan tidur dengan posisi semi fowler (setengah duduk) atau miring kiri
Rasional
: posisi semi fowler yaitu posisi setengah duduk posisis ini dilakukan untuk
mempertahankan kenyamanan dan memfasilitasi fungsi pernapasan (Alimul Hidayat,
2009). Tidur miring kiri dapat mengurangi penekanan pada pembuluh darah
sehingga aliran oksigen ke janin lancar.
e.
Memberikan KIE mengenai Tanda-tanda bahaya pada ibu hamil.
Rasional
: mengetahui tanda bahaya pada kehamilan membuat ibu mampu mendeteksi dini
tanda yang dapat membahayakan keselamatan ibu dan janinnya.
f.
Buat kesepakatan dengan ibu mengenai kunjungan ulang
Rasional
: pemeriksaan kehamilan secara rutin sangat penting selama kehamilan, karena
dapat mencegah secara dini penyakit yang menyertai kehamilan, komplikasi
kehamilan, menetapkan resiko kehamilan, menyiapkan persalinan, menuju ibu dan
bayi sehat (Manuaba, 2010).
g.
Lakukan dokumentasi
Rasional
: dokumentasi asuhan kebidanan bertujuan sebagai bukti pelayanan yang bermutu,
tanggung jawab legal terhadap pasien, informasi untuk perlindungan tim
kesehatan, pemenuhan pelayanan standar, sumber statistis untuk standarisasi,
informasi untuk data wajib, informasi untuk pendidikan, pengalaman belajar,
perlindungan hak pasien, perencanaa pelayabab dimasa yang akan datang (Varney,
2007).
5. Melakukan Asuhan Menyeluruh
a.
Menjelaskan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa secara umum keadaan
ibu dan janin baik
b.
Memberi dukungan mental kepada ibu agar ibu lebih merasa tenang dalam menghadapi
kehamilannya.
c.
Menganjurkan Ibu untuk menghabiskan vitamin yang diberikan oleh bidan dengan
dosis 1x1 tablet dan menganjurkan pada ibu untuk mengkonsumsi makanan dengan
gizi seimbang, seperti : sayur–sayuran hijau, ikan, tahu, tempe, danging dan
hati ayam.
d.
Menganjurkan tidur dengan posisi semi fowler (setengah duduk) atau miring kiri
e.
Memberikan KIE mengenai Tanda-tanda bahaya pada ibu hamil.
f.
Membuat kesepakatan dengan ibu mengenai kunjungan ulang.
g.
Melakukan pendokumentasian mengenai pemeriksaan yang dilakukan.
7.
Evaluasi
a.
hasil pemeriksaan bahwa secara umum keadaan ibu dan janin baik
b.
Dukungan mental telah diberikan dan ibu lebih merasa tenang dalam menghadapi
kehamilannya.
c.
Ibu akan meminum obat yang diberikan dan berjanji akan menghindari makanan alergi
d.
Ibu berjanji akan melakukan tidur dengan posisi semi fowler (setengah duduk) atau
miring kiri
e.
Ibu mengerti dan dapat mngenali Tanda-tanda bahaya pada ibu hamil.
f.
Ibu bersedia untuk dilakukan kunjungan ulang.
g.
Telah dilakukan pendokumentasian mengenai pemeriksaan yang dilakukan
3.
Perencanaan Asuhan
a.
Rencana Asuhan kebidanan pada ibu hamil K2 dan K3
Langkah
I : Menanyakan apakah ibu ada keluhan pada kehamilannya saat ini, kemudian
menanyakan apakah keluhan pada saat kunjungan pertama masih ibu rasakan yaitu
bagaimana sesak dan nyeri perut bagian bawah sekarang apakah berkurang,
bertambah atau masih sama.
Menanyakan
pada ibu keadaan ibu dan janin saat ini. Menanyakan pola bab dan bak ibu saat
ini. Menanyakan apakah obat yang selama ini diberikan diminum secara rutin dan
apakah cara meminum SF sebelum tidur dapat mengurangi rasa mual yang dirasakan
ibu.
Melakukan
pemeriksaan diantaranya keadaan umum ibu, berat badan ibu saat ini, tanda-tanda
vital, melakukan perhitungan usia kehamilan, lakukan inspeksi bagian mata,
lakukan palpasi bagian payudara, palpasi bagian abdomen dari leopold 1 sampai 4,
auskultasi djj, melakukan perhitungan taksiran berat janin dan lakukan pemeriksaan
ekstremitas. Melakukan pemeriksaan laboratorium yaitu hb saat kunjungan kedua.
Langkah
II : Diagnosa G3P2002 usia kehamilan 29 minggu 3 hari janin tunggal hidup intrauterine
presentasi kepala.
Didapatkan
hasil keluhan ibu saat ini.
Ditemukan
hasil pemeriksaan keadaan umum ibu, berat badan ibu saat ini, tanda-tanda
vital, bagian mata apakah pucat atau tidak, hasil palpasi bagian payudara,
hasil palpasi bagian abdomen dari leopold 1 sampai 4, hasil auskultasi djj,
hasil inspeksi vagina apakah terdapat keputihan hasil daperhitungan usia
kehamilan, dan lakukan pemeriksaan ekstremitas adanya odema atau tidak.
Langkah
III : tidak ada
Langkah
IV : tidak ada
Langkah
V : menyusun rencana asuhan yaitu asuhan mandirinya menjelaskan hasil pemeriksaan
ibu saat ini, berikan kie mengenai cara mengatasi keluhan ibu saat ini,
memantau pola nutrisi ibu saat ini, berikan kie mengenai asupan nutrisi gizi
seimbang , berikan kie mengenai tandatanda persalinan, persiapan persalinan ,
kie mengenai cara meminum Fe jika belum teratasi, kie mengenai Tb dalam
kehamilan, cara mengantisipasi agar Tb tidak kambuh dan menganjurkan ibu untuk bersalin
di rumah sakit.
Langkah
VI : Pelaksanaan asuhan yaitu menjelaskan hasil pemeriksaan kepada ibu saat
ini, memberikan kie mengenai cara mengatasi keluhan ibu saat ini, memantau pola
nutrisi ibu saat ini, memberikan kie mengenai asupan nutrisi gizi seimbang ,
memberikan kie mengenai tanda-tanda persalinan, persiapan persalinan dan kie
mengenai cara meminum Fe jika belum teratasi. Kie mengenai Tb dalam kehamilan,
cara mengantisipasi agar Tb tidak kambuh dan menganjurkan ibu untuk bersalin di
rumah sakit.
Langkah
VII : Evaluasi asuhan yaitu tanyakan kepada ibu kembali bagaimana cara mengatasi
keluhan ibu saat ini, cara memantau pola nutrisi ibu saat ini dan asupan
nutrisi gizi seimbang. Tanyakan kembali pada ibu mengenai tanda-tanda persalinan,
persiapan persalinan , cara meminum Fe jika belum teratasi, mengenai Tb dalam
kehamilan, cara mengantisipasi agar Tb tidak kambuh dan ibu berjanji akan
bersalin rumah sakit.
4.
Rencana Asuhan kebidanan pada ibu bersalin
Langkah
I : Menanyakan pada ibu tentang keluhan ibu saat ini serta apakah ada tanda
tanda persalinan yaitu pengeluaran pervaginam, kontraksi, apakah ada keluar
air-air, bagaimana gerakan janin dalam 24 jam terakhir, menanyakan makan dan
minum terakhir. Melakukan pemeriksaan keadaan umum ibu, tanda-tanda vital ibu, melakukan
pemeriksaan apakah ada pengeluaran colostrum, melakukan pemeriksaan leopold 1
sampai 4, melakukan inspeksi pengeluaran pervaginam, melakukan pemeriksaan dalam,
melakukan pemeriksaan penunjang lainnya.
Langkah
II : Diagnosa G3P3003 usia kehamilan 29 minggu inpartu kala I fase laten.
Didapatkan
hasil keluhan ibu saat ini.
Ditemukan
hasil pemeriksaan saat ini yaitu keadaan umum ibu, tandatanda vital ibu, ada
pengeluaran colostrum atau tidak, hasil leopold I sampai IV, hasil pemeriksaan dalam , his, dan
hasil laboratorium.
Langkah
III : Tidak ada
Langkah
IV : Persiapan kolaborasi dengan dr Sp.OG untuk tindakan segera jika ibu mengalami
sukar dalam bernafas
Langkah
V : Menyusun rencana asuhan yaitu pada kala I jelaskan hasil pemeriksaan pada
ibu, menganjurkan ibu untuk tidur miring kiri dan mengajarkan ibu teknik nafas
dalam pada saat his. Melakukan tindakan pencegahan infeksi dengan menganjurkan
ibu memakai masker dan petugas memakai alat pelindung diri. pada kala II menjelaskan
kemajuan persalinan, memantau kesejahteraan ibu dan janin ajarkan ibu teknik
meneran yang benar, tolong ibu untuk melahirkan kepala dan badan bayi, tangan
dan kaki bayi baru lahir, kemudian memantau keadaan ibu dan bayi. Menyusun
rencana asuhan pada kala III yaitu menjelaskan keadaan ibu saat ini, kemudian
memastikan janin tunggal, berikan suntikan oxytocin untuk kontraksi rahim serta
observasi tanda tanda pelepasan placenta, melakukan manajemen aktif kala III,
mengobservasi kelengkapan placenta kemudian periksa adanya laserasi jalan lahir
dan mengobservasi keadaan umum, TTV serta estimasi perdarahan, kandung kemih,
TFU dan UC. Kemudian lakukan obseravsi pada kala IV ttv, perdarahan ibu, uc,
tfu, kandung kemih ,kemudian bersihkan ibu, dekontaminasi alat alat setelah
persalinan, berikan asuhan BBL setelah satu jam pertama dan lengkapi partograf.
Langkah
V : Asuhan pada kala I menjelaskan hasil pemeriksaan pada ibu, menganjurkan ibu
untuk tidur miring kiri dan mengajarkan ibu teknik nafas dalam pada saat his ,
lakukan tindakan pencegahan infeksi dengan menganjurkan ibu memakai masker dan
petugas memakai alat pelindung diri. Pada kala II menjelaskan kemajuan
persalinan, memantau kesejahteraan ibu dan janin ajarkan ibu teknik meneran yang
benar, tolong ibu untuk melahirkan kepala dan badan bayi, tangan dan kaki bayi
baru lahir, kemudian memantau keadaan ibu dan bayi. Asuhan pada kala III yaitu
menjelaskan keadaan ibu saat ini, kemudian memastikan janin tunggal, berikan
suntikan oxytocin untuk kontraksi rahim serta observasi tanda tanda pelepasan
placenta, melakukan manajemen aktif kala III, mengobservasi kelengkapan placenta
kemudian periksa adanya laserasi jalan lahir dan mengobservasi keadaan umum,
TTV serta estimasi perdarahan, kandung kemih, TFU dan UC. Kemudian lakukan
obseravsi pada kala IV yaitu ttv, uc, tfu, perdarahan, kemudian bersihkan ibu, dekontaminasi
alat alat setelah persalinan, berikan asuhan BBL setelah satu jam pertama dan lengkapi
partograf.
Langkah
VII : Evaluasi pada kala I ibu mengerti tentang keadaannya dan ibu sedang tidur
miring kiri, ibu juga sudah mempraktikan nafas dalam pada saat his dan memeakai
masker. Pada kala II ibu sudah mengetahui persalinannya maju, dan telah diberi
asupan nutrisi ibu dan cek jantung janin setiap satu jam, kemudian bayi telah
ditolong lahir, dan ibu menggunakan teknik meneran yang benar. Bayi telah lahir
dan memantau keadaan bayi dan ibu.
Pada
kala III telah dipastikan janin tunggal dan telah disuntikan oxytocin di paha
kiri ibu, telah dipantau adanya tanda-tanda pelepasan plasenta dan melakukan
manajemen aktif kala III kemudian mengobservasi kelengkapan placenta kemudian
periksa adanya laserasi jalan lahir dan mengobservasi keadaan umum, TTV serta
estimasi perdarahan, kandung kemih, TFU dan UC. Telah dipantau kala IV,kemudian
ibu telah bersihkan, telah di dekontaminasi alat alat setelah persalinan,
diberikannya asuhan BBL setelah satu jam pertama dan telah di lengkapi
partograf.
Mantapp
BalasHapus